• SMA NEGERI 1 WIRADESA
  • Berilmu, Sehat, Mandiri, Berkarya



Kehidupan Sehat Melalui Antisipasi Obesitas Pada Usia Pelajar

 

oleh : Teguh Priyatmo Hadi, S.Pd., M.Pd

 

Kehidupan sehat merupakan tujuan nomor tiga dari SGDs (Suistanable Development Goals). SGDs atau tujuan pembangunan berkelanjutan dunia merupakan agenda global untuk melanjutkan upaya dan capaian agenda global sebelumnya, yaitu MDGs (Milennium Development Goals) yang ditandatangani oleh pemimpin-pemimpin dari 189 negara sebagai Deklarasi Milenium di markas besar PBB pada tahun 2000 dan tidak berlaku lagi sejak akhir 2015. SDGs adalah 17 tujuan dengan 169 capaian yang terukur dan tenggat yang telah ditentukan oleh PBB sebagai agenda dunia pembangunan untuk kemaslahatan manusia. Tujuan ini dicanangkan bersama oleh negara-negara lintas pemerintahan pada resolusi PBB yang diterbitkan pada 21 Oktober 2015 sebagai ambisi pembangunan bersama hingga tahun 2030.

ilustrasi www.indonesiabaik.id

Indikasi kehidupan sehat salah satunya adalah tercukupnya kebutuhan gizi. Masalah gizi dapat dilihat dari dua sudut pandang, secara umum disebut sebagai masalah gizi ganda, yaitu masalah 'gizi lebih' yang ditimbulkan karena kebiasaan individu mengkonsumsi makanan yang melebihi kebutuhan gizinya serta masalah 'gizi kurang' yang ditimbulkan karena kekurangan konsumsi makanan yang minimal dibutuhkan individu untuk hidup sehat. Masalah gizi lebih maupun gizi kurang merupakan hasil dari pola konsumsi masyarakat yang tidak memperhatikan kebutuhan dan keseimbangan gizi yang dibutuhkan tubuh untuk hidup sehat.

Masalah ‘gizi lebih’ dapat menyebabkan obesitas. Penyakit tersebut tentu harus diantisipasi agar SGDs sebagai program dunia dapat tercapai. Sebagai seorang pendidik tentu dapat memberikan pengaruh kepada pelajar agar mampu mengendalikan diri dari bahaya obesitas. Beberapa upaya yang dapat dilakukan seorang pendidik sebagai upaya antisipasi obesitas pada siswa adalah melakukan kegiatan senam rutin seminggu sekali, penyediaan makanan sehat dengan gizi yang seimbang di kantin sekolah serta menegaskan budaya jalan kaki atau naik sepeda.

Selain hal tersebut, pengecekan indeks massa tubuh (IMT) juga harus dilakukan karena obesitas didiagnosis dari IMT seseorang. Cara menghitung IMT adalah berat badan (dalam kilogram) dibagi dengan kuadrat dari tinggi badan (dalam meter).

                       Berat Badan

IMT = -------------------------------------

           Tinggi Badan X Tinggi Badan

 

Setelah nilai IMT didapatkan, maka plotkan atau tentukan titiknya pada grafik IMT CDC 2000 (khusus untuk anak usia 2-20 tahun) sesuai usia dan jenis kelamin.

Nilai IMT

Artinya

< 18,4

Berat Badan Kurang

18,5 – 24,9

Berat Badan Ideal

25 – 29,5

Berat Badan Lebih

30 – 39,9

Gemuk

> 40

Sangat Gemuk

 

Aktivitas fisik rutin dan pemenuhan gizi yang seimbang serta kontrol indeks massa tubuh menjadi solusi antisipasi obesitas pada pelajar. Apabila obesitas dapat ditiadakan sehingga kehidupan lebih sehat maka langkah menuju tujuan pembangunan berkelanjutan dunia semakin dekat. SGDs SUKSES!

Komentari Tulisan Ini
Tulisan Lainnya
Education for Sustainable Development (EfSD) : Penanaman Karakter Sadar Lingkungan Melalui Program Adiwiyata di SMA N 1 Wiradesa

oleh : Teguh Priyatmo Hadi, S.Pd, M.Pd Pendidikan adalah hal yang mendasar untuk mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan atau SDGs (Sustainable Development Goals).  Dalam kaitan

03/02/2020 10:26 WIB - Administrator